waduk di jawa barat tts
KapolsekPilangkenceng, AKP Koco Widodo, mengatakan, dugaan sementara, warga Desa Morang Kecamatan Kare, Madiun, tersebut terpeleset lalu tenggelam di area waduk. "Korban ini memancing bersama dua rekannya sejak siang hari. Setelah beberapa saat korban meninggalkan dua rekannya untuk mencari lokasi memancing yang lain," kata AKP Koco Widodo, Minggu (7/8/2022).
byWida Kurniasih 10 bulan yang lalu. 9 Waduk Terbesar di Indonesia - Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan air melimpah. Kekayaan air tersebut berasal dari laut, sungai, danau dan waduk. Semua itu memiliki fungsinya masing-masing. Jika laut, sungai dan danau adalah sebuah fenomena alam yang alami, berbeda dengan waduk.
WadukJatiluhur (waduk Ir. H. Juanda) merupakan salah satu waduk terbesar di Jawa Barat, terletak di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat (±100 kilometer arah Tenggara Jakarta). Sesuai dengan koordinat geografis, tubuh o o bendungan Jatiluhur terletak pada 6 31' Lintang Selatan dan 107 23' Bujur Timur.
3 Waduk Cirata. Alamat: Ds.Tegal Waru, Kec.Plered, Kab.Purwakarta, Jawa Barat. Harga Tiket Masuk: Sepeda motor (Rp.3.000), Mobil (Rp.5.000) Masih dari daerah Purwakarta, selain bendungan Jatiluhur masih ada satu lagi danau buatan besar lainnya yang bisa kita temui di kabupaten tersebut namanya yaitu waduk cirata.
PURWAKARTA Sebanyak 14 orang terjebak di perairan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, akibat banyaknya eceng gondok yang memenuhi perairan, Selasa (19/10/2021).. Kepala Satuan Polisi Air Polres Purwakarta AKP Jajang Sukandar mengatakan, 14 orang yang terjebak itu menumpangi lima perahu. Mereka terjebak di perairan Jatiluhur, tepatnya Dusun Pasir Jangkung, Desa Tegalaja
Site De Rencontre Amoureux Des Chats.
Sistem kami menemukan 25 jawaban utk pertanyaan TTS waduk yang terkenal di jawa barat. Kami mengumpulkan soal dan jawaban dari TTS Teka Teki Silang populer yang biasa muncul di koran Kompas, Jawa Pos, koran Tempo, dll. Kami memiliki database lebih dari 122 ribu. Masukkan juga jumlah kata dan atau huruf yang sudah diketahui untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Gunakan tanda tanya ? untuk huruf yang tidak diketahui. Contoh J?W?B
9 Waduk Terbesar di Indonesia – Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan air melimpah. Kekayaan air tersebut berasal dari laut, sungai, danau dan waduk. Semua itu memiliki fungsinya masing-masing. Jika laut, sungai dan danau adalah sebuah fenomena alam yang alami, berbeda dengan waduk. Waduk adalah kolam besar tempat penyimpanan air sediaan untuk berbagai macam kebutuhan. Ada banyak waduk yang ada di Indonesia. Ada yang memiliki luas yang besar ada juga yang kecil. Artikel ini akan membahas mengenai waduk-waduk yang berukuran besar yang ada di Indonesia. 1. Waduk Jatiluhur2. Waduk Jatigede3. Waduk Karangkates4. Waduk Sigura-gura5. Waduk Batutegi6. Waduk Gajah Mungkur7. Waduk Kedungombo8. Waduk Wonorejo9. Waduk Riam KananBuku TerkaitArtikel Terkait 1. Waduk Jatiluhur Waduk Jatiluhur adalah waduk terbesar yang ada di Indonesia. Bahkan waduk Jatiluhur adalah waduk yang memiliki luas terbesar di Asia Tenggara. Luas waduk ini mencapai sekitar hektar. Waduk Jatiluhur berada di Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Cianjur dan Bandung. Proses pembangunan waduk ini sudah dimulai dari masa pemerintahan Ir. Soekarno, pada tahun 1957. Tujuan awal dari pembuatan waduk ini adalah untuk mengairi irigasi dari sawah seluas hektar. Waduk Jatiluhur tersambung dengan waduk besar lainnya. Waduk-waduk tersebut masih dalam aliran Sungai Citarum. Seperti Waduk Cirata yang berada di wilayah bagian selatan. Waduk Jatiluhur memiliki pengaruh yang besar terhadap daerah-daerah di sekitarnya, termasuk DKI Jakarta. Ada sejarah menarik dalam proses pembuatan waduk Jatiluhur ini. Waduk Jatiluhur adalah sebuah kenang-kenangan dari Pemerintah Indonesia kepada Ir. H. R. Djoenda Kartawidjaja, atau biasa dikenal dengan nama Ir. Djuanda. Ir. Djuanda merupakan perdana menteri terakhir di Indonesia. Pada saat proses pembangunan waduk tersebut, Ir. Djuanda dan Ir. Sedijatmo dengan gigih memperjuangkan pembangunan waduk ini. Waduk tersebut dirancang untuk menjadi waduk terbesar di Indonesia. Gagasannya itu diperjuangkan di Forum Internasional. Awal mula, penamaan waduk tersebut adalah “Jatiluhur Multipurpose Project” sebelum menjadi Jatiluhur. Fungsi yang akan dihasilkan juga banyak. Selain itu, ternyata dalam proses pembangunan waduk Jatiluhur ini, harus mengorbankan banyak desa. Tercatat ada 14 desa besar yang harus dikorbankan untuk membuat waduk Jatiluhur. Waduk Jatiluhur memiliki sebanyak 6 unit turbin. Fungsinya adalah sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air PLTA. Kapasitas yang mampu diproduksi sebanyak 187 MW, atau rata-rata sekitar juta kwh pada tiap tahunnya. 2. Waduk Jatigede Waduk besar selanjutnya yang ada di Indonesia adalah waduk Jatigede. Waduk ini terletak di daerah Majalengka dan Sumedang, Jawa Barat. Waduk Jatigede membendung aliran sungai CImanuk. Pembangunan awal waduk ini terjadi pada tahun 2008 atau pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pembangunan waduk berakhir pada tahun 2015 saat masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Meskipun sudah diresmikan pada tahun 2015, waduk Jatigede sudah beroperasi penuh pada tahun 2017. Luas keseluruhan dari waduk ini mencapai sekitar hektar. Meskipun dibangun pada tahun 2008, tetapi ternyata waduk ini sudah direncanakan pembangunannya sejak zaman Hindia Belanda. Pada saat itu, Pemerintahan Hindia Belanda telat merencanakan pembangunan sebanyak tiga waduk di daerah sepanjang Sungai Cimanuk. Waduk Jatigede ini merupakan waduk yang utama dan yang paling besar. Akan tetapi, perencanaan proses pembangunan waduk ini terhenti karena adanya tantangan dan kontroversi dari masyarakat yang tinggal disekitar. Kemudian, pada tahun 1990an rencana pembangunan waduk Jatigede ini mulai mencuat kembali. Kemudian pemerintah memulai proses pembangunannya. Langkah pertama yang dilakukan pada saat itu adalah dengan merelokasi masyarakat yang masih tinggal di daerah yang akan dibuat waduk. Relokasi pertama tersebut dilakukan pada tahun 1992. Konstruksi pembangunan waduk Jatigede kemudian dimulai pada tahun 2008. Tujuan dari pembuatan waduk Jatigede ini adalah untuk irigasi. Selain untuk irigasi, waduk Jatigede ini juga dirancang sebagai pengendali banjir dan berfungsi sebagai tempat menampung cadangan air. Fungsi lainnya dari waduk ini adalah sebagai pembangkit listrik tenaga air. Waduk Jatigede menghasilkan listrik sebesar 10 megawatt. Irigasi Asas & Praktek 3. Waduk Karangkates Waduk besar selanjutnya yang ada di Indonesia adalah waduk Karangkates. Waduk Karangkates ini berlokasi di wilayah Malang, Jawa Timur. Waduk ini memperoleh air dari aliran air Sungai Brantas. Waduk besar ini dibangun dari tahun 1995, dan memakan waktu 2 tahun untuk proses pembuatannya. Sehingga selesai pada tahun 1977. Dana yang dikeluarkan untuk pembuatan waduk ini kurang lebih sekitar 10 milyar rupiah. Luas lahan waduk Karangkates ini sebesar 6 hektar. Waduk Karangkates berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga air PLTA. Waduk ini memiliki kapasitas 3 x 35 megawatt. Produksi listrik yang dapat dihasilkan dari waduk ini mencapai 400 juta kwh pada tiap tahunnya. Selain digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga air, waduk Karangkates adalah sumber air untuk masyarakat kota Malang, Jawa Timur. Waduk Karangkates ini juga digunakan sebagai tempat rekreasi oleh masyarakat sekitar kota Malang dan sekitarnya. Waduk Karangkates ini sering dijadikan sebagai tempat persinggahan atau pemberhentian masyarakat. Waduk Karangkates ini digunakan untuk tempat beristirahat. Pemandangan sekitarnya berupa hamparan air luas dengan pepohonan di sampingnya dan gunung-gunung terlihat dari kejauhan. Dibalik kemegahan dan keindahannya, ternyata waduk Karangkates ini menyimpan cerita saat proses pembangunannya. Konon katanya terdapat tumpukan batu misterius yang ada di bagian waduk yang mengganggu waduk tersebut. Akan tetapi, tidak ada satupun alat yang mampu memindahkannya. Sehingga pembangunan waduk tersebut pun terpaksa harus bergeser sedikit ke arah timur dari yang seharusnya. 4. Waduk Sigura-gura Waduk besar selanjutnya yang ada di Indonesia adalah Waduk Sigura-gura. Waduk Sigura-gura ini terletak di wilayah Sumatera Utara. Lebih tepatnya berada 23,3 km dari letak Danau Toba. Proses pembangunan waduk ini dimulai pada bulan Mei tahun 1978. Waduk tersebut selesai dibangun pada bulan Desember tahun 1981. Waduk Sigura-gura ini adalah waduk berjenis struktur Beton Gravity. Tinggi dari waduk ini mencapai 46 meter, terhitung dari dasar Sungai Asahan. Volume waduk Sigura-gura mencapai m3. Pada saat itu, Jepang menggunakan waduk SIgura-gura ini sebagai pembangkit listrik yang digunakan untuk pabrik Aluminium INALUM Waduk Sigura-gura dapat menghasilkan tenaga listrik sebesar 206 megawatt. Waduk Sigura-gura ini adalah waduk yang unik, karena lokasi pembangkit listrik itu berada jauh 200 meter pada kedalaman tanah. Fungsi dari waduk SIgura-gura saat ini juga untuk menyediakan volume air yang dibutuhkan oleh masyarakat sekitar waduk dan masyarakat di daerah-daerah yang berada disekitarnya. Waduk Sigura-gura ini dapat menghasilkan daya sebesar 1868 gwh pada tiap tahunnya. Tidak seperti waduk lain, waduk Sigura-gura tidak dibuka untuk masyarakat umum. Namun waduk Sigura-gura ini menerima kunjungan dari sekolah-sekolah tinggi atau universitas sebagai bentuk study tour. Meskipun begitu, keindahan wilayah sekitar waduk SIgura-gura tetap dapat dilihat. Contohnya seperti area perbukitan, atau Paritohan yang terkenal karena keindahannya. 5. Waduk Batutegi Salah satu waduk besar yang ada di Indonesia adalah waduk Batutegi. Waduk Batutegi adalah waduk yang terletak di Pekon Batu Tegi, Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Berjarak sekitar 85 km dari kota Bandar Lampung. Proses awal pembuatan waduk ini pada tahun 1994. Akhir atau penyelesaian proses pembuatannya pada tahun 2002 dan diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri. Butuh waktu sekitar 8 tahun untuk membuat waduk Batutegi. Fungsi dari waduk Batutegi sama seperti waduk yang lain, yaitu untuk pembangkit listrik tenaga air PLTA. Fungsi lain dari waduk ini adalah sebagai pencegahan irigasi. Selain itu, waduk Batutegi ini juga berfungsi untuk menyediakan air minum untuk masyarakat sekitarnya. Tidak hanya itu, saat ini waduk Batutegi juga memiliki fungsi tambahan. Fungsi tersebut adalah sebagai tempat berwisata oleh para masyarakat setempat. Biaya yang dikeluarkan untuk proses pembangunan waduk Batutegi berasal dari APBN. Selain itu, mendapat bantuan dari Bank Internasional Jepang yaitu Japan Bank for International Corporation. Waduk Batutegi adalah waduk yang terletak diantara dua bukit. Waduk Batutegi memiliki luas sekitar hektar. Kapasitas penampungan air di waduk ini dapat menampung debit air sekitar 9 juta meter kubik. Tugas dari waduk ini juga menyediakan pasokan listrik untuk PLN. Pasokan listrik yang disediakan sebanyak 2 x 14 mw di daerah Lampung. Waduk Batutegi juga memiliki pemandangan yang indah. Dapat melihat hamparan air luas yang sangat indah. Selain itu, udara yang ada di waduk Batutegi juga sejuk dan segar. 6. Waduk Gajah Mungkur Waduk selanjutnya yang memiliki ukuran besar di Indonesia adalah waduk Gajah Mungkur. Waduk Gajah Mungkur terletak di Wonogiri, Jawa Tengah. Waduk ini memiliki jarak 6 kilometer ke arah barat daya kota Wonogiri. Waduk Gajah Mungkur diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 17 November 1981. Awal mula pembuatan waduk Gajah Mungkur. Waduk Gajah Mungkur ini adalah satu dari empat waduk yang direncanakan pembangunannya dalam proyek Bengawan Solo. Proyek Bengawan Solo adalah sebuah proyek yang dibuat untuk mengendalikan sifat-sifat air pada sungai Bengawan Solo yang merusak. Sehingga diharapkan menjadi lebih bermanfaat. Dalam proses pembangunan waduk Gajah Mungkur ini harus mengorbankan beberapa desa. Tercatat ada 15 desa yang harus ditenggelamkan. Selain itu ada lebih dari keluarga yang harus dipindahkan. Hal itu terjadi karena tanah serta sawahnya tergenang air waduk. Sebagian masyarakat setempat pada waktu itu melakukan transmigrasi ke Jambi, Bengkulu, Sumatera dan Sumatera Selatan. Saat ini yang tersisa adalah sisa-sisa rumah penduduk maupun fasilitas seperti jembatan yang dulu digunakan oleh masyarakat setempat. Pembangunan waduk Gajah Mungkur melibatkan banyak orang, sekitar 2899 pekerja, ditambah 35 ahli dari negara Jepang untuk penasihat. Anggaran dalam pembuatan waduk ini tidak kurang dari 55 milyar rupiah. Anggaran tersebut didapat dari APBN sebesar 34 miliar rupiah dan sisanya adalah bantuan dari pemerintah Jepang. Pengeluaran-pengeluaran tersebut salah satunya untuk pemindahan KK dan pembebasan lahan. Secara teknis, waduk Gajah Mungkur ini direncanakan mampu berfungsi dan bertahan selama 100 tahun. Daya tampung dari waduk ini sekitar 750 juta meter kubik air. Selain berfungsi sebagai pencegahan banjir dan sumber irigasi, ada fungsi lain dari waduk ini. Waduk Gajah Mungkur kini menjadi salah satu wisata ikonik di kabupaten Wonogiri. Lokasi ini bahkan memiliki waterboom hingga kebun binatang mini. 7. Waduk Kedungombo Waduk selanjutnya adalah waduk Kedungombo. Waduk Kedungombo adalah waduk yang berlokasi di Desa Rambat, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan. Waduk ini kurang lebih memiliki jarak 29 km kearah selatan kota Purwodadi. Pembangunan waduk Kedungombo terjadi pada tahun 1980. Waduk Kedungombo selesai dibangun pada tahun 1991. Waduk Kedungombo memiliki luas sekitar Ha. Lahan perairannya seluas Ha dan lahan daratannya seluas Ha. Waduk Kedungombo tidak terletak hanya di Kabupaten Grobogan. Waduk Kedungombo ini adalah waduk yang berada di perbatasan antara wilayah Kabupaten Sragen dengan Kabupaten Boyolali. Pembangunan waduk ini dibangun pada pertemuan antara dua sungai. Yaitu sungai Uter dan sungai Serang. Kedua sungai ini terletak persis di Dukuh Kedungombo, Desa Ngrambat, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan. Di Sekitar waduk Kedungombo ini banyak pepohonan dan pemandangan indah lainnya. Selain itu, disediakan perahu motor untuk pengunjung . selain itu, terdapat juga area tempat bermain untuk anak-anak yang rindang dan asri. Waduk Kedungombo berawal dari perencanaan pemerintah yang ingin membangun waduk baru di daerah Jawa tengah. Waduk itu direncanakan bertujuan untuk pembangkit listrik tenaga air berkekuatan megawatt. Waduk tersebut dapat menampung air untuk pemenuhan 79 hektar sawah yang ada di sekitarnya. Pembiayaan untuk waduk Kedungombo ini dibiayai USD 156 juta berasal dari bank dunia. USD 25,2 juta berasa dari Bank Exim Jepang, serta berasal dari APBN. Waduk Kedungombo mulai diairi pada tanggal 14 Januari 1989. Dalam proses pembangunannya, waduk ini mengorbankan beberapa desa. Desa yang dikorbankan dan terpaksa harus ditenggelamkan sejumlah 37 desa, 7 kecamatan di sebanyak 3 kabupaten. Kabupaten tersebut mencakup Sragen, Boyolali, dan Grobogan. Selain itu, tercatat sebanyak 5268 keluarga yang harus kehilangan tanahnya akibat dari pembangunan waduk ini. 8. Waduk Wonorejo Waduk berikutnya yang menjadi salah satu waduk besar di Indonesia adalah waduk Wonorejo. Waduk Wonorejo berlokasi di Tulungagung, Jawa Timur. Berada di jarak 12 km dari pusat kota Tulungagung. Waduk Wonorejo ini mampu menampung air hingga 122 juta meter kubik. Debit air yang dihasilkan mencapai m3 setiap detik. Fungsi dari waduk ini adalah sebagai pembangkit listrik tenaga air PLTA. Selain itu, fungsi lain dari waduk ini adalah sebagai irigasi. Konsep dari waduk Wonorejo adalah untuk menyediakan atau menyuplai air bersih untuk Kawasan Tulungagung maupun Kawasan lain di sekitarnya. Fungsi lain dari waduk ini adalah sebagai sarana pergerakan turbin untuk menghasilkan sebuah energi listrik. Selain fungsi-fungsi di atas, waduk Wonorejo juga dijadikan tempat untuk berwisata. Disana terdapat wahana untuk berekreasi. Seperti wisata perahu kuno, jetski, pemancingan air, serta bumi perkemahan dan lintas alam. Selain itu ada juga sirkuit berkualitas standar untuk acara-acara Offroad ataupun Motocross. Waduk Wonorejo juga menyediakan penginapan atau resort yang berkualitas bagus untuk para pengunjung yang ingin singgah. Tidak perlu khawatir mengenai standar kebersihan di waduk ini. Produktivitas Perairan Edisi Revisi 9. Waduk Riam Kanan Waduk Riam Kanan adalah salah satu waduk yang berukuran besar yang ada di Indonesia. Waduk ini terletak di Aranio, Provinsi Kalimantan Selatan. Pembangunan awal waduk Riam Kanan terjadi pada tahun 1972. Waduk ini dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air PLTA di provinsi Kalimantan Selatan. Proses pembangunan waduk RIam Kanan ini memakan waktu selama 10 tahun. Waduk Riam Kanan adalah waduk yang membendung sebanyak 8 sungai. Sungai-sungai tersebut bersumber dari Pegunungan Meratus. Dalam proses pembuatannya, waduk Riam Kanan juga memerlukan desa untuk dikorbankan. Sebanyak 9 desa yang harus ditenggelamkan pada saat itu. Luas area waduk Riam Kanan sekitar hektar. Waduk yang diresmikan oleh Presiden Soeharto ini juga memiliki fungsi sebagai penerang wilayah Banjarmasin dan juga wilayah-wilayah lain yang ada di sekitarnya. Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Inilah beberapa waduk yang memiliki ukuran luas yang ada di Indonesia. Temukan fakta-fakta menarik lainnya mengenai waduk dan hal lain di Gramedia sebagai SahabatTanpaBatas akan selalu memberikan rekomendasi buku-buku terbaik untuk para Grameds. Ensiklopedia Super Seru Halo, Bumi! Sumber dari berbagai sumber Penulis Wida Kurniasih. ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
Ditulis oleh Siti HasanahKetahanan air dan pangan sangat erat kaitannya dengan pembangunan banyak waduk di Indonesia. Selain ada juga yang fungsi utamanya adalah untuk dijadikan sebagai penghasil energi listrik. Tetapi, waduk juga ada yang digunakan sebagai objek wisata karena keindahan alam sekelilingnya. Berikut ini adalah ulasan beberapa waduk di Jawa Barat yang menarik kamu kunjungi. 1. Waduk Jatiluhur – Purwakarta Waduk terbesar di Indonesia disematkan pada Waduk Jatiluhur yang berada Purwakarta Provinsi Jawa Barat. Waduk ini dibangun dengan menggunakan jasa kontraktor Asal Perancis dengan nama Compagnie francaise d’entreprise tahun 1957. Pembangunannya menelan biaya 230 juta US dolar. Waduk Jatiluhur digunakan sebagai PLTA dengan listrik yang dihasilkan sekitar juta kwh per tahun. Selain sebagai pembangkit listrik, waduk Jatiluhur menyediakan air bagi persawahan untuk ha sawah. Budidaya ikan dan pengendali banjir adalah beberapa fungsi lain dari waduk ini. Waduk Jatiluhur selain fungsi utamanya sebagi pembangkit listrik, waduk ini juga digunakan sebagai tempat rekreasi dengan panoramanya yang indah. Disekitar waduk ada fasilitas rekreasi terutama sarana olahraga air, seperti ski air, mendayung, dan selancar angin serta banyak yang lainnya. Alamat Kec. Jatiluhur, Kab. Purwakarta, Provinsi Jawa Barat Jam Operasional – WIB HTM Senin – Jumat Sabtu – Minggu 2. Waduk Jatigede – Sumedang Waduk Jatigede yang diresmikan pada tahun 2015, merupakan bendungan yang telah direncanakan sejak zaman Hindia Belanda. Waduk mulai dibangun pada tahun 2008, dan mulai beroperasi pada tahun 2017. Pembangunan waduk ini menelan biaya mencapai 467 juta US dolar. Fungsi utama dari waduk Jatigede adalah sebagai PLTA dengan daya 110 Mega Watt. Selain sebagai PLTA Waduk Jatigede juga digunakan sebagai sarana rekreasi terutama olahraga air. Waduk juga digunakan untuk budidaya perikanan air tawar, serta pengairan untuk persawahan. Alamat Desa Cijeunjing, Kecamatan Jatigede, Sumedang, Provinsi Jawa Barat Jam Operasional – WIB HTM Senin – Jumat Sabtu – Minggu 3. Waduk Cirata – Purwakarta Waduk Cirata adalah waduk yang menjadi PLTA terbesar se-Asia Tenggara dengan menghasilkan listrik Giga Watthour per tahun. PLTA ini dapat mengaliri listrik untuk daerah Jawa, Madura dan Bali. Area Waduk ini berada di tiga Kabupaten yaitu Bandung Barat, Cianjur, dan Purwakarta. Walau waduk ini bukan di khususkan untuk tempat pariwisata, tetapi panorama di sekitar waduk ini juga dapat menjadi salah satu daya tariknya. Terutama pada saat sore hari kamu dapat melihat sunset yang indah dari pinggir waduk. Alamat Desa Tegal Waru, Kecamatan Plered, Purwakarta, Provinsi Jawa Barat Jam Operasional 24 Jam HTM Sepeda Motor Mobil 4. Waduk Darma – Kuningan Waduk Darma yang terletak di Desa Jagara ini menempati areal seluas kurang lebih 425 ha, waduk ini dikelilingi oleh pemandangan yang indah dari bukit dan lembah serta udara yang sejuk. Waduk Darma dapat menampung air kurang lebih m3. Waduk Darma selain berfungsi untuk menampung air, tempat ini juga sering dijadikan tempat berekreasi oleh masyarakat sekitar. Kamu bisa mencoba mengelilingi danau dengan menggunakan perahu, atau bagi kamu yang hobi memancing bisa melakukannya di beberapa penangkaran ikan. Alamat Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kuningan, Provinsi Jawa Barat Jam Operasional 24 Jam HTM Anak-anak Dewasa 5. Waduk Saguling – Bandung Barat Waduk Saguling yang terletak di daerah Kabupaten Bandung Barat ini adalah sebuah waduk yang membendung Sungai Citarum. Pembangunan waduk ini merupakan gagasan dari seorang Insinyur Belanda Prof Ir. Van Blommestein.
NilaiJawabanSoal/Petunjuk BENDUNGAN Waduk DAM Bendungan, tanggul, waduk JATILUHUR Sebuah waduk yang menjadi tempat wisata yang terletak di Purwakarta, Jawa Barat SAGULING Waduk di Jawa Barat WONOREJO Waduk di kabupaten Tulungagung TANGGUL Bendungan, dam, tambak, waduk FALAJ Saluran air dari waduk di daerah pegunungan Arab GAJAHMUNGKUR Objek wisata waduk yang terletak di Wonogiri, Jawa Tengah SERMO Sebuah waduk yang menjadi objek wisata di Kab. Kulon Progo, Yogyakarta LAMBUNG Alat pencernaan, perut, tembolok; kantong nasi, mag cak, perut besar, waduk JATIBARANG Waduk yang menjadi tujuan wisata yang ada di Kota Semarang, Jawa Tengah EMPANG Alahan, balong, bendung, danau, kali, kolam, pematang, sungai, tambak, tasik, tebat, telaga, waduk MENARA Benara, tower; - air reservoir, waduk; - api menara suar, mercusuar, rumah api KEDUNGOMBO Merupakan salah satu waduk besar yang ada di Indonesia terletak di Grobongan, Jawa Tengah TAMBAK Alahan, balong, baluarti, bedengan, bendungan, benteng, dinding, embarau, empang, galang-galang, galeng, gili-gili, kolam, padak, pematang, tanggul, tebat, tembok, waduk; KANTONG ...embungan, tembolok; - nasi lambung, perut besar, waduk; - perut ampela, empedal, rempela ...
waduk di jawa barat tts